YES (Youth Evacuation Simulation ) for Safer School/Madrasah

YES (Youth Evacuation Simulation ) for Safer School/Madrasah

Bp. Ginanjar (Kadis Damkar Kota Bandung), Aldissain (Kadiv Litbang Kerlip), Mario S. (Konsultan Pendidikan), Bp. Nandang (MAN 1 Kota Bandung)

Peningkatan partisipasi anak perempuan dan laki-laki termasuk anak yang memerlukan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus dalam penerapan Gerakan Aman SHIAGA melalui YES (Youth Simulation Evacuation) for Safer School/Madrasah.

Dalam upaya penguatan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) mulai dengan penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana, kami mendorong berbagai pihak untuk turun tangan menggiatkan Gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan Ramah Anak dengan dukungan kelarga (GERA SHIAGA). Kegiatan ini diinisiasi oleh sobat-sobat muda perintis Green Smile Inc. KerliP bekerjasama dengan sekretariat nasional sekolah aman, pemerintah/pemerintah daerah/lembaga/instansi (K/L/D/I) terkait dan mitra pembangunan internasional dan direncanakan, dilaksanakan, didokumentasikan anak-anak di sekolah/madrasah pada tanggal 9-28 Oktober 2013.

Peluncuran YES (Youth Evacuation Simulation) for Safer School/Madrassa dilaksanakan di MAN 1 Kota Bandung dan SMAN 1 Kota Bandung serta MAN Insan Cendekia pada hari Pengurangan Risiko Bencana sedunia pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2013. Pendampingan terhadap OSIS, ekstrakulikuler, dan komunitas anak di sekolah/madrasah tersebut dilaksanakan oleh Green Smile Inc.-KerLiP.

Adapun rekomendasi yang diharapkan, yaitu :

  1. Memastikan adanya jaminan tata kelola pemerintahan yang baik dari semua pihak dalam penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana terintegrasi dengan sekolah/madrasah sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, inklusi dan ramah anak
  2. Memastikan adanya jaminan penerapan keempat prinsip hak anak dalam penerapan GERA SHIAGA di sekolah/madrasah dan lingkungan sekitar
  3. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Negara PP dan PA membuat Surat Edaran Bersama agar seluruh sekolah/madrasah melaksanakan YES for Safer School/Madrasah dlm rangka hari PRB sedunia setiap Rabu minggu kedua Oktober. Tahun ini antara 9 sampai 28 Oktober 2013 di sekolah/madrasah masing-masing.
  4. Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan alokasi anggaran yang memadai untuk penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, inklusi dan ramah anak tmsk bagi anak-anak yang memerlukan pendidikan khusus dan/atau pendidikan layanan khusus
  5. Pemerintah kota/kabupaten menginstruksikan simulasi evakuasi rutin kedalam kegiatan rutin di sekolah/madrasah.

Kampung Naga, Kearifan Lokal untuk Pendidikan

Kampung Naga, merupakan sebuah kampung adat yang terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kampung ini menjadi salah satu ikon pariwisata di Tasikmalaya. Banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke kampung ini. Banyak dari mereka mempelajari kehidupan masyarakat yang menjaga kelestarian alam.

Pada tanggal 18-19 September 2013, saya bersama tim meneliti kampungn Naga. Adapun kajian yang saya lakukan adalah Tata Guna Lahan di kampung Naga. Saat pertama kali sampai di lokasi ini, alangkah damainya perasaan melihat hijaunya sawah dan pepohonan, serta jernihnya sungai. Dan yang membuat saya lebih merasakan kehidupan yang damai adalah dari bentukan rumah tradisional yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di dua dimensi atau mendengarnya dari orang lain.

Kampung Naga dibangun diatas tanah adat yang luasnya kurang lebih 1 ha. Batas tanah adat ini tidak bertambah dan tidak berkurang dari dahulu kala. Sayangnya kami belum bisa mengetahui berapa lama kampung adat ini berdiri karena dokumen-dokumen tentang sejarah adat yang hangus akibat kebakaran yang terjadi pada tahun 1950an.

Kampung adat Naga dibatasi oleh lahan garapan di utara, timur, dan barat, serta di selatan dibatasi oleh sungai dan hutan larang. Masyarakat sangat menjunjung tinggi kearifan lokal dan alam. Alam bagi masyarakat merupakan sumber segalanya, apabila mereka menjaga alam maka kebutuhan masyarakatpun terjaga. Dan tidak hanya kebutuhan mereka yang terpenuhi. tetapi keamanan masyarakat juga terjamin akibat alam yang terjaga. Kampung Naga memiliki tipologi tanah yang berundak, karena terletak di lembah. Tidak pernah terjadi bencana tanah longsor padahal lahan yang berundak, tidak pernah terjadi banjir walaupun kampung terletak dipinggir sungai, dan tidak ada bangunan yang rubuh akibat gempa yang pernah terjadi. Sungguh pelajaran yang perlu digali demi keberlanjutan alam khususnya untuk kawasan perkotaan.

Apabila ada masyarakat yang tidak mampu membangun rumah di tanah adat dikarenakan lahan yang tidak memadai, maka orang tersebut dapat tinggal diluar kampung adat. Karena batas tanah adat yang tidak bisa ditambah maupun dikurangi. Penggunaan lahan adat untuk bangunan rumah tinggal, masjid, bale dan leuit (lumbung padi). Selain itu terdapat kolam ikan, toilet. Masyarakat membagi lahan adat kampung naga menjadi dua kawasan, yaitu kawasan bersih dan kawasah tidak bersih. Kawasan bersih meliputi rumah warga, masjid, dan bagunan lainnya serta ruang terbuka. Sedangkan kawasan tidak bersih meliputi kolam pembuangan yang disetiap kolam terdapat toilet umum warga setempat.

Apapun yang berkaitan dengan pembangunan bangunan harus dengan seizin ketua adat setempat. Di kampung ini masyarakat tidak hidup di alam, tetapi hidup dengan alam. Sehingga proses keberlanjutan alam terjaga. Warga memiliki mata pencarian sebagai petani dengan menggarap lahan di sekitar tanah adat. Kebutuhan air bersih berasal dari mata air pegunungan. Dan ada yang dimaksud hutan larang adalah hutan yang sama sekali tidak boleh dimasuki oleh siapapun bahakan ketua adat sekalipun. Hal ini dilakukan agar alam tetap terjaga, tidak dirusak oleh manusia

.DSC_1239

DSC_1243

DSC_1245

DSC_1251

Pecha Kucha Night, Bandung

Kegiatan Pecha kucha menurut saya sangat menarik karena menyatukan berbagai kalangan untuk bersama-sama menunjukan hasil inovasi atau kekreatifannya.

Suatu kebanggaan bagi saya bisa tampil di acara ini sebagai presenter bersama tim PRAKSIS lainnya.

Semoga tim PRAKSIS tetap maju dan memberikan manfaat bagi kota Bandung.

224539_4594772635694_1436924398_n 384244_4594883158457_1629430302_n

Interchange Session | BCI Asia (FutureArc Magazine)

BCI Asia | Interchange Session merupakan acara yang selalu memiliki sponsor 🙂

Di sini kita bisa mendapatkan ilmu tentang apa, mengapa, dan bagaimana material bangunan yang up to date. BCI Asia atau mungkin kita lebih mendengarnya FutureArc Magazine adalah event yang mengundang arsitek, kontraktor, developer, dan profesional lainnya. Bertujuan untuk mengenalkan produk dan perancangan bangunan.

Itulah tanggapan saya sebagai peserta yang diundang.

100_5059